Pertama aku tahu info itu, aku langsung tertarik. Dan ternyata Masya Allah...
Yuk simak info lebih lanjut tentang dia, seorang pemulung yang fotonya sempat viral di sosmed.
ALANGKAH INDAHNYA CARA ALLAH MEMULIAKAN HAMBA-NYA YANG MENCINTAI AL-QURAN
Muhammad Ghifari Akbar, meski dengan berat hati dan terpaksa, kakek dan nenekmu yang tergolong fakir miskin itu akhirnya mengizinkanmu pergi merantau untuk cari kerja. Tapi, dengan syarat, kau tidak boleh meninggalkan sholat dan agar selalu membaca Al-Quran.
Maka, dengan tekad mencari kehidupan yang lebih baik untuk diri dan keluargamu, kaupun berangkat meninggalkan kampungmu di Garut dan berjalan kaki menuju Kota Bandung.
Setelah sampai di Kota Bandung, kau ikhtiar kesana kemari untuk cari kerja dengan hanya bermodal tekad kerja apa saja yg penting halal.
Tapi, berhari-hari kau ikhtiar, keberuntungan belum menghampirimu. Maka, sambil terus ikhtiar cari kerja, kaupun berinisiatif memanfaatkan waktu dengan memulung barang bekas yang hasilnya bisa untuk sekadar makan di warteg.
Akhirnya, kau jalani hari-hari di seputar Kota Bandung dg aktivitas cari kerja dan memulung serta tidur di emperan toko. Hingga suatu hari di Jalan Braga yg romantis itu, kau berteduh dari rintik hujan sambil membaca Al-Quran, dan seseorang dengan diam-diam memotretmu lalu meng-upload fotomu di media sosial.
Tak dinyana, fotomu yang memang fenomenal itu pun viral. Beberapa aktivis sosial dari Yayasan Al Hilal mencoba mencari keberadaanmu di pusat Kota Bandung dan sekitarnya, namun tak berhasil menemukanmu. Tapi, jika ALLAH telah menetapkan satu kebaikan bagi seorang hambaNYA, tak ada sesuatupun yang dapat menghalangi.
Karena belum berhasil menemukanmu, Tim Relawan Al-Hilal kemudian berangkat menuju ke kota Subang untuk keperluan kegiatan sosial yang lain. Dan saat melewati satu jalan di Lembang, ada anggota Tim Relawan yang melihatmu dan mengenali ciri-ciri fisikmu sesuai foto yang viral di medsos itu.
Ternyata benar itu dirimu adanya. Ternyata engkau sudah hijrah dari Kota Bandung ke Lembang dengan harapan dapat kerja di kota dingin itu.
Lalu, Tim Relawan Al-Hilal pun mengajakmu kembali ke Kota Bandung dan menginap Ponpes Al Hilal. Kemudian, pengurus Yayasan Al Hilal mengambil langkah-langkah untuk membantumu. Kaupun diantar pulang ke kampungmu di Garut, dengan maksud untuk meminta izin kepada kakek nenekmu, yang mana kau akan disekolahkan di pondok pesantren Tahfidz Alqur'an dengan difasilitasi oleh Yayasan Al-Hilal, sekaligus untuk menyampaikan bantuan sembako serta bantuan dana bagi kakek dan nenekmu.
Memang, sebelum Tim Relawan Al-Hilal menemukanmu, cukup banyak pihak yang menyatakan ingin membantumu agar bisa melanjutkan pendidikan dan bisa masuk pondok pesantren. Bahkan, sebuah Pondok Pesantren Tahfidz di Jakarta melalui akun media sosialnya meminta tolong kepada siapa saja yang mengetahui dimana keberadaanmu, untuk memberitahu pihak mereka. Krn Ponpes itu sudah menyediakan satu kursi kosong khusus untukmu. Dimana seluruh biaya pendidikan dan biaya pemondokanmu di ponpes itu akan dijamin full gratis sampai engkau menyelesaikan pendidikanmu di sana dan menjadi seorang Hafidz.
Ternyata ganjaran kebaikan bagimu dari DIA Yang Maha Baik belum berhenti sampai disitu. Redaksi TVOne tertarik untuk mewancaraimu. Dan sore tadi, dengan secara live, dirimu diwawancara jarak jauh serta disandingkan dengan nara sumber lain, seorang Ulama yang cukup mahsyur di negeri ini, Syekh Ali Jaber.
Yang tak terduga pun terjadi. Diakhir wawancara, Syekh Ali Jaber memohon kepadamu agar bersedia menjadi anak angkat beliau dan bersedia untuk dididik secara langsung oleh beliau sekaligus akan diurus oleh beliau agar dirimu bisa mengenyam pendidikan Al-Quran di tempat turunnya, di Makkah atau di Madinah. Dan dengan kata terbata haru, kaupun menyatakan menerima permohonan calon abi angkatmu itu.
MashaaALLAH ❤
Barakallah untuk keduanya..
Semoga ALLAH menbahagiakan keduanya di dunia
dan akhirat, Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🏻❤
Aamiin Ya Rabbl'alamiin
(Copas)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar