Tegal, 10 November 2020
Aku dan suamiku menikah pada bulan Oktober 2013. Saking penasarannya, waktu bulan November tiba, dengan penuh semangat aku membeli tespek alias alat pendeteksi kehamilan, padahal waktu itu aku belum telat haid, wkwkwk...
Dan hasilnya... Garis satu. Antara pengen tertawa dan entahlah apa yang ada dalam pikiranku waktu itu. Lha wong memang belum waktunya haid kok yo wis dites? 😁
Bulan Desember. Aku kembali membeli tespek. Aku cek lagi karena seharusnya tanggal itu aku sudah haid. Dan hasilnya... Negatif. Hm... Tapi kok belum haid ya? Eh... Ternyata siangnya aku haid. Berarti aku memang belum telat haid, wkwkwk...
Bulan berikutnya. Januari 2014. Aku sudah males tes-tesan. Kalo hasilnya negatif lagi, rasane tuh gemremet gimana gitu, wkwkwk... Pasrah ajalah.
Saat itu pola berpikirku sudah berubah. Aku tidak ingin ngoyo lagi pengen cepat-cepat hamil. Benar-benar menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah ta'ala. Ketika sudah waktunya tiba, Insya Allah nanti aku juga hamil. Amin.
Awal Januari 2014, ada bazar di Pekalongan. Suamiku bekerja di kota batik itu. Sebagai penggemar buku, tentu saja aku sangat ingin berburu buku di sana. Maka, siang itu aku berangkat naik bus ke Pekalongan. Awalnya suamiku melarang saat kumintai ijin lewat SMS. Tapi... Hatiku sungguh tak bisa tenang. Ini mumpung ada bazar. Biasanya harganya lebih murah. Belum tentu tiap tahun ada bazar, terlebih di Tegal tempat tinggalku, teramat sangat jarang sekali. Ini mumpung ada di Pekalongan, bukankah suamiku kerja di sana? Seharusnya dia senang ketika aku kesana.
Maka dengan nekad aku pun berangkat ke sana. Waktu itu aku belum haid, tapi aku mengabaikannya karena tidak ingin kecewa lagi, kikikikiki....
Alhamdulillah... Setelah sampai di Pekalongan, akhirnya suamiku menjemputku dan mengantarku ke tempat bazar buku.
Entah berapa banyak buku yang aku beli waktu itu, aku sampai lupa. Yang jelas, waktu itu aku membeli buku karya mba Asma Nadia, mba Oki Setiana Dewi, dan yang paling fenomenal dan tidak kusangka adalah aku mendapatkan buku legendaris karya Buya Hamka yang berjudul "tenggelamnya kapal Van der Wijck". Masya Allah... Sungguh aku sama sekali tidak menyangka bahwa di bazar itulah aku menemukan buku yang memang sangat aku incar itu. Masya Allah..
Pulang ke Tegal. Aku beraktivitas seperti biasa. Aku masih ragu dengan ketidakhadiran si tamu merah alias haid. Hingga satu Minggu berlalu, aku mulai curiga. Aku pun memberanikan diri membeli tespek sambil terus berdoa meski kepasrahan memenuhi jiwa. Aku benar-benar berdoa agar diberikan kelapangan dada jika hasilnya pun kembali negatif.
Alhamdulillah, Masya Allah... Allahuakbar. Ternyata garis dua itu muncul. Itulah pertama kalinya garis dua bewarna merah muncul dalam kehidupan kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar